Ketika kontraktor dinyatakan sebagai pemenang tender. Sekalipun hanya menerima SPK, bukan kontrak kerja. Maka, saat itu juga harus melakukan persiapan. Jenis-jenis pekerjaan persiapan bangunan mengacu pada RKS. Dan, bersifat wajib. Karena item-tem tersebut sudah termasuk dalam RAB bangunan.

Uraian pekerjaan persiapan proyek bangunan
Berikut ini berlaku untuk segala jenis bangunan gedung. Ada 10 jenis pekerjaan persiapan bangunan , uraian pekerjaan sebagai berikut:
1. Staking out dan Pengukuran
Staking out secara harfiah berarti mengintai. Kaitannya dengan pengukuran bangunan adalah kegiatan melakukan peninjauan kembali terhadap ukuran-ukuran yang terdapat dalam gambar konstruksi. Untuk disesuaikan dengan kondisi sebenarnya di lapangan (site).
Oh iya, sebelum beranjak lebih jauh. Ketahui dulu status (masa berlaku, dan penyajian) gambar bangunan. Yang Anda gunakan pada tahap pengukuran adalah gambar konstruksi. Setelah pengukuran rampung, baru membuat gambar kerja (shop drawing).
Prioritas utama pengukuran
Ada 5, yaitu:
1. Luas tapak
2. Jarak bagunan dari tepi
3. GSB (Garis Sempadan Bangunan)
4. Jarak as/gris bangunan
5. Elevasi lantai bangunan, jalan, dan halaman.
Alat-alat yang dibutuhkan
Antara lain alat ukur TS (Total Station), meteran, serta alat bantu lainnya. Seperti patok kayu, paku dan palu besar (bodem). Adalah disedikan oleh kontraktor. Dan, selama pelaksanaan pengukuran harus berkerja sama dengan konsultan pengawas.
2. Pemasangan pagar keliling, pintu gerbang dan pos jaga
Setelah pekerjaan persiapan bangunan nomor 1 selesai. Lokasi proyek harus pagar keliling. Demi kenyamanan, dan keamanan material, alat, dan pekerja selama proyek berlangsung. Adapun akses keluar masuk proyek hanya menyediakan 1 buah pintu gerbang. Lengkap dengan pos jaga (security).
Material utama yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah baja ringan, dan seng gelombang. Sementara itu, khusus tiang pagar (tinggi 1,80 m), dan kosen pintu adalah menggunakan pondasi umpak. Dengan ukuran 40x40x40 cm, dan agregat beton 1 Pc : 2 Psr : 3 Kerikil.
3. Direksi keet dan Site office
Untuk memudahkan koordinasi, sekaligus agar tidak memakan tempat. Maka, pemasangan dereksi keet dan site office umumnya dibuat 1 tempat. Yaitu berada sekitar 25-50 meter dari bangunan. Syarat minimal bangunan adalah:
- Luas minimal 40,0 m².
- Dinding / pintu triplek
- Jendela nako
- Konstruksi atap baja ringan
- Atap seng gelombang
- Plafon eternit/GRC
- Lantai plester dan aci.
Sementara itu fasilitas di dalam bangunan, selain kursi dan meja kerja. Serta kelengkapan kerja kantor. Juga dilengkapi dengan:
- White board
- Papan untuk menempelkan gambar
- Set kelengkapan PPPK (P3K)
4. Los kerja dan gudang bahan
Pekerjaan persiapan bangunan berikutnya adalah los kerja, dan gudang bahan. Ukuran minimal bangunan adalah @9,0 m². Gudang bahan harus dalam kadaan tertutup. Supaya tidak panas dan hujan. Serta tidak sembarang orang masuk.
Sedangkan los kerja sebaiknya dibuat terbuka. Alias tidak pakai dinding. Sebab tempat ini umumnya digunakan untuk menaruh mesin-mesin berukuran sedang. Sekaligus tempat untuk melaksanakan pekerjaan pembesian. Misalnya membuat besi begel. Dan, melakukan bending.
5. Mob demob peralatan
Walau tergolong pekerjaan persiapan bangunan, justru membutuhkan peralatan yang banyak. Terutama alat berat yang berkaitan dengan pekerjaan tanah. Seperti perataan, dan galian tanah untuk pondasi. Maka dari itu, pengiriman alat harus terjadwal. Dan, membuat rincian biaya-biaya yang dibutuhkan untuk mendatangkan, selama pengoperasian alat, maupun biaya pada saat pembelian alat.
6. Air kerja
Adalah air yang digunakan untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan bangunan, serta aktivitas-aktivitas lain oleh para pekerja yang berada di lokasi proyek. Syaratnya, air harus selalu bersih, bebas dari lumpur, bebas dari minyak, serta bahan-bahan organik lainnya yang merusak.
Kaitannya dengan air minum. Adalah mengacu pada peraturan Permenkes Nomor 32 Tahun 2017. Sementara, air sebagai bagian dari material bangunan, disyaratkan tidak mengandung zat-zat kimia. Sebab reaksi kimia dengan material penyusun bangunan mempunyai potensi merusak. Seperti asam dan basa, jadi diusahakan Ph-yang netral.
7. Listrik kerja
Fasilitas daya listrik disedikan secukupnya oleh kontraktor. Dengan menggunakan generator, atau dari PLN. Sehingga semua kebutuhan penerangan proyek, dan keperluan pelaksanaan pekerjaan pembangunan terpenuhi dengan baik.
8. Pelaksanaan K3
Hal ini umumnya ditandai dengan pemasangan papan nama di depan proyek. Serta perangkat-perangkat pendukung K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Yang menjelaskan bahwa sejak pelaksanaan pekerjaan persiapan bangunan, hingga proyek selesai menerapkan standar K3.
9. Menyiapkan gambar kerja
Umumnya tenggang waktu penyerahan gambar kerja sangat terbatas. Oleh sebab itu, tergolong pekerjaan yang mendesak. Sebagaimana disinggung di atas. Setelah melakukan pengukuran, Anda wajib membuat gambar kerja, Sebab sebelum pelaksanaan pembangunan resmi mulai, gambar tersebut lebih dahulu harus disetujui oleh pihak konsultan pengawas.
Adapun syarat-syarat yang wajib dilaksanaan oleh kontraktor adalah:
- Gambar kerja dapat berubah dari gambar rancangan. Karena penyesuaian kondisi lapangan, atau hal lain. Pula, dapat terjadi karena permintaan pemilik bangunan, atau konsultan perencana.
- Kontraktor tidak diperbolehkan menuntut perpanjangan waktu. Sebab kontrak kerja meliputi proses pembuatan gambar kerja.
- Selama proses pembuatan gambar kerja, kontraktor harus koordinasi dengan konsultan pengawas. Sehingga pengawas tahu perkembangan gambar kerja. Serta ha-hal yang menghambat proses pembuatan gambar.
Sembari demikian, karena sering terjadi perbedaan antara gambar konstruksi dengan kondisi lapangan. Yang mengakibatkan molornya jadwal penyerahan gambar kerja. Konsultan pengawas umumnya memberi kebijakan approval gambar dapar dilakukan secara bertahap. Artinya, walau belum selesai total. Tapi proses konstruksi dapat dimulai.
10. Dokumentasi & foto
Sejak pekerjaan persiapan bangunan mulai dokumentasi sudah mulai. Berupa photo-photo visual, atau dalam bentuk video. Selanjutnya dilakukan secara bertahap. Umumnya bersama dengan pengajuan progres pekerjaan. Atau, pada momen-momen khusus. Misalnya pada saat peletakan batu pertama, atau acara-acara selamatan lainnya.
[Intisari] Sampai kapan batas waktu pekerjaan konstruksi bangunan?
Jawabnya adalah sampai dilaksanakannya peletakan batu pertama (Groundbreaking). Pertanda bahwa pekerjaan proyek bangunan resmi mulai. Acara ini umumnya dihadiri oleh pemilik bangunan, pihak pemerintah setempat, konsultan perencana, pengawas bangunan, kontraktor, serta beberapa unsur yang terlibat pada pelaksanaan proyek.
Apakah setelah groundbreaking tidak ada lagi pekerjaan persiapan bangunan?. Tidak mesti. Sejauh pengetahuan, dan pengalaman, bajasatu.com di lapangan. Pekerjaan persiapan selalu ada. Sekalipun sudah menginjak proses finishing. Setidaknya persiapan untuk serah terima pekerjaan. Demikian.

[…] Mengenai jenis-jenis istilah yang berkaitan dengan perhitungan struktur beton. Selain istilah-istilah yang kami sebutkan disini. Masih banyak notasi, kode, atau singkatan yang digunakan proyek bangunan. Hal tersebut dimaksud untuk memudahkan proses perancangan, maupun pelaksanaan pekerjaan. […]
[…] ini umumnya dilaksanakan bersamaan dengan pondasi, pemasangan pagar, serta pekerjaan-pekerjaan persiapan bangunan […]