PBI 1971 singkatan dari Peraturan Beton Bertulang Indonesia tahun 1971. Adalah sebuah aturan dan syarat-syarat minimum untuk perencanaan, dan pelaksanaan konstruksi bangunan yang terbuat dari beton bertulang, yang mana pelaksanaannya langsung di tempat, maupun beton yang di buat sebelumnya di tempat khusus. Atau, sering disebut beton pracetak.

Latar belakang dan tujuan PBI
Maksud membuat ringkasan mengenai istilah dan difinisi yang terdapat dalam PBI 1971, adalah untuk memudahkan sobat BajaSatu memahami dasar-dasar tentang beton bertulang. Yang mana ternyata telah hadir sejak 1/2 abad yang lalu. Tepatnya bulan September 1971.
Apakah Anda sudah lahir waktu itu?. Saya ragu akan hal itu. Jangan-jangan, orang tua Anda juga belum. Hehe.., bercanda bro. Biar gak spanneng!. Materi ini kan cukup berat. Teknik sipil gitu loh..
Difinisi-difinisi umum terkait pekerjaan beton bertulang
Sekiranya sobat sekalian belum familiar dengan beberapa istilah dibawah ini. Istilah-istilah yang terdapat pada PBI 1971 dengan awalan huruf A dan B. Beserta artinya yaitu:
Agregat
Adalah butiran-butiran mineral yang dicampur dengan semen portland (PC/portland cement), dan air. Untuk menghasilkan beton dengan kualitas tertentu. Terbagi menjadi 3 yakni: agregat halus, kasar dan campuran.
Adukan
Adalah sebutan lain untuk agregat halus. Yakni terdiri dari semen, pasir dan air. Perekat ini umumnya digunakan untuk memasang pondasi batu kali, dinding batu bata, hingga plester dinding.
Baja tulangan
Yakni jenis material baja yang berguna sebagai tulangan beton. Dimana baja tersebut adalah diproduksi oleh pabrik baja yang resmi, dan terkenal. Serta, standar mutu baja minimal U-22. Atau, sering disebut sebagai baja lunak. Yakni dengan tegangan leleh 2.200 kg/cm2.
Bahan pembantu
Atau sering disebut dengan material bantu. Adalah bahan yang diperlukan untuk membuat beton, selain semen, agregat dan air. Dengan tambahan bahan tersebut diharapkan mutu beton jadi bagus. Contoh bahan pengeras beton.
Batang polos
Menurut PBI 1971 batang polos adalah merujuk pada baja tulangan polos, yang berpenampang bulan, persegi, atau lonjong. Jadi, ternyata berbeda dengan asumsi orang banyak selama ini. Yang beranggapan bahwa besi tulangan itu harus bulat. Ternyata, bentuk kotak juga bisa. Atau, oval.
Batang yang di profilkan
Adalah batang baja prismatis, secara sengaja dibentuk dengan cara puntir, serta memberi rusuk-rusuk tambahan yang terpasang secara tegak lurus, atau miring terhadap sumbi batang. Dengan maksud untuk menambah kekuatan batang.
Beban batas
Yaitu semua beban kerja yang terdapat pada beton di kali dengan koefisien beban itu sendiri. Apabila dianggap pelu, bisa dilakukan dengan perhitungan maksimal. Supaya hasil yang diperoleh mendekati keadaan yang sesungguhnya.
Beban jangka panjang
Adalah beban tang di akibatkan oleh beban mati, serta bagian/sebagaian dari beban hidup yang bersifat tetap, dan dalam waktu yang sangat panjang.
Beban jangka pendek
Yakni beban yang terjadi akibat dari beban hidup, yang mana hanya bereaksi dalam waktu yang sigkat. Atau, kurang dari 24 jam.
Beban kerja
Segala jenis reaksi beban yang terjadi tanpa batas waktu. Alias kontinu. Yang mana besar beban kerja merupakan keadaan real. Sehingga, tidak perlu lagi dikali dengan koefisien beban.
Beban mati
Adalah berat sendiri konstruksi, serta bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari konstruksi itu sendiri. Seluruhnya menjadi kesatuan yang harus dipikul oleh struktur konstruksi.
Bentang
Sangat simple. PBI 1971 menyebutkan bentangan adalah panjang perletakan balok pada 2 titik tumpuan, atau lebih.
Berkas tulangan
Yaitu 2; 3 atau 4 baja tulangan, yang di ikat dengan kawat besi secara erat, dan di profilkan bersama-sama. Sehingga seluruh batang bekerja sebagai satu kesatuan.
Beton
Bagan yang diperoleh dari hasil pen-campuran antara agregat halus, agregat kasar, semen portland dan air. Jenis-jenis beton sebagai berikut:
- Beton bertulang = beton yang memiliki batang tambahan di dalamnya, yaitu berupa besi tulangan. Dengan tujuan agar beton lebih kokoh, dan kuat untuk memikul beban.
- Beton tidak bertulang =beton yang tidak memiliki tambahan besi tulangan di dalamnya.
- Beton pratekan = beton bertulang yang di dalamnya telah ditambah tegangan-tegangan internal dengan nilai, dan pembagian yang seimbang. Dengan tujuan agar mampu menetralisir beban-beban yang terjadi.
- Beton pracetak = bagian-bagian beton bertulang, atau beton tidak bertulang, yang dicetak di tempat yang bukan sebanarnya menjadi tempat pemasangan akhir beton.
- Beton ringan = beton yang terbuat dari material dan bahan-bahan yang sangat ringan.
Demikian ulasan perdana tentang struktur beton. Dengan istilah-istilah yang berawalan huruf A dan B. Maksudnya agar tidak terlalu panjang. Anda nanti bosan. Artikel berikutnya masih membahas hal yang sama. Yakni tentang notasi dan simbol-simbol yang terdapat pada PBI 1971.
Sumber: Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971; N.I. – 2; Cetakan ke-7; bulan April 1979

[…] dijelaskan dalam PBI 1971, agregat adalah serangkaian butiran-butiran mineral yang secara sengaja dicampur (di tambahkan) […]