Salah satu pekerjaan yang wajib dilakukan pertama sekali sebelum pembangunan fisik mulai adalah pemasangan bowplank. Apa fungsi, serta berapa biaya pemasangan bowplank?. Dalam tulisan ini kami akan menjelaskannya bagi Anda. Sebagai lanjutan dari pembahasan kita tentang cara menghitung biaya satuan pekerjaan, dan RAB bangunan.
Latar belakang, Pengertian dan Manfaat bowplank
Istilah bowplank berasal dari bahasa Belanda, yang berarti Papan Busur. Oke sebelum sampai pada pengertian yang selengkapnya. Perlu Anda ketahui, kata bowplank tetap dipakai hingga saat ini tidak lepas dari kehadiran Kolonial di Indonesia sejak abad 15 silam.
Pada saat itu pula, kegiatan pembangunan di Nusantara mulai bergeliat. Sekalipun demi kepentingan Hindia Belanda. Tapi secara tidak langsung hal tersebut telah memberi pelajaran berharga bagi warga Indonesia, khususnya dalam bidang teknik pelaksanaan konstruksi. Dan, salah satu diantaranya adalah pekerjaan bowplank.
1. Definisi umum dan khusus
Mengingat asal-usulnya dari negara kincir angin, dan cara penulisan yang cukup rumit. Akhir-akhir ini telah disesuaikan dengan ejaan baru Indonesia. Yaitu ditulis dengan “Boplang”. Jadi, bila teman-teman menemukan penulisan demikian, itu artinya sama dengan bowplank.
Lalu boplang artinya apa?. Yaitu satu teknik pelaksanaan pengukuran as bangunan dari satu sisi ke sisi yang lain, secara menyiku (sudut 90 derajat). Serta dengan cara menggunakan alat bantu kerja manual. seperti papan, paku, palu, serta benang nilon.
Sementara itu, yang dimaksud biaya pemasangan bowplank adalah sejumlah dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan pemasangan boplang hingga selesai. Biaya tersebut meliputi pengadaan bahan, biaya alat, maupun upah tenaga kerja.
2. Manfaat pemasangan bowplank
Selain untuk memastikan as bangunan, agar sesuai dengan gambar kerja. Tujuan lain pemasangan boplang adalah untuk menentukan elevasi titik 0 sebuah bangunan.
Oleh sebab itu di awal kami sebut bahwa pekerjaan ini harus dilakukan lebih dulu. Kemudian melakukan pekerjaan konstruksi. Seperti gali tanah, pasang pondasi dan seterusnya. Dengan kata lain, boplang adalah unsur utama yang menentukan bentuk dari lantai (denah) suatu bangunan.
Jenis-jenis pekerjaan bowplank
Berkaitan erat dengan biaya pemasangan bowplank. Menurut tujuan pemasangan, pekerjaan boplang sebenarnya ada 5 macam, yaitu:
1. Bowplank pondasi. Artinya pemasangan bobplang yang bertujuan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan pondasi.
2. Boplang saluran
3. Boplang Dinding Penahan Tanah (DPT)
4. Bowplank pagar sementara
5. Bowplang galian tanah lainnya.
Khusus poin 5. Misalnya pekerjaan galian tanah untuk tandon bawah tanah (GTW/Ground Water Tank), basement, dan sebagainya. Pekerjaan ini juga membutuhkan papan busur. Agar tanah galian siku, dan tepat dengan ukuran yang diharapkan.
Begini biaya pekerjaan boplang saat ini
Sama hal dengan perhitungan biaya pekerjaan direksi keet. Biaya pemasangan bowplank juga harus dihutung berdasarkan standar/ketentuan yang berlaku. Supaya hasilnya tidak kompetitif. Serta dapat dipertanggung-jawabkan.
1. Standar AHSP bowplank
Terbagi menjadi 2 bagian utama. Pertama adalah tenaga kerja. Terdiri dari: Pekerja, Tukang kayu, Kepala tukang, dan Mandor. Sementara itu, bahan yang dibutuhkan adalah: 1]. Papan dan kayu usuk kelas III, dan 2]. Paku.
Beda dengan alat kerja, dalam tabel AHSP ini tidak dirinci. Padahal memang ada. Yaitu palu besar (bodem), yang berfungsi untuk memasang kayu usuk secara vertikal ke dalam tanah. Serta, pali kecil untuk memasang papan secara horizontal di atas kayu usuk.
2. Contoh perhitungan biaya
Biaya pemasangan bowplank selengkapnya seperti tabel berikut ini. Upah tenaga kerja, dan harga bahan telah disesuaikan saat ini. Namun berlaku di kota Semarang sekitarnya.
Bila Anda berada di luar kota Semarang, sebaiknya lakukan pengecekan harga material, dan upah lebih dulu di tempat Anda. Kemudian harga-harga tersebut masukkan kedalam tabel analisa ini. Dengan demikian Anda akan mengetahui harga satuan pekerjaan bowplank di daerah Anda. Mudah sekali bukan?.
Disini saya membuat satu contoh kasus. Semisal volume pekerjaan boplang adalah sepanjang 17,5 meter. Berarti biaya pemasangan bowplank keseluruhan adalah:
= 17,5 x Rp 126.865,-
= Rp 2.220.137,5
Kalau termasuk PPn 11% berarti menjadi :
= Rp 2.220.137,5 + Rp 244.215,125
= Rp 2.464.352,625
Agar lebih praktis, total biaya bulatkan menjadi Rp 2.464.000,-
Cara menghitung kebutuhan bahan bowplank
Masih berdasarkan perhitungan biaya pemasangan bowplank diatas. Pada saat hendak melaksanakan pekerjaan, Anda tentu harus menghitung kebutuhan bahan pula. Supaya segera belanja. Dan, proses pemasangan boplang juga segera mulai.
Perhitungan kebutuhan bahan lakukan dengan cara berikut:
1. Kayu usuk = 0,012 x 17,5 m = 0,21 m³
2. Paku 2” = 0,020 x 17,5 m = 0,35 kg
3. Papan kanper = 0,007 x 17,5 m = 0,122 m³
Semisal kayu usuk menggunakan ukuran 4×6. Berarti untuk mengetahui kebutuhan bahan yang sebenarnya adalah dengan rumus berikut:
= 0,21 : 0,04 : 0,06 m
= 87,5 meter.
Kemudian, Anda konversi ke satuan batang. Maka jumlah kayu usuk 4×6 yang Anda butuhkan adalah:
= 87,5 : 4,0 m/batang
= 21,875 betang.
Lakukan cara yang sama untuk menghitung kebutuhan papan. Pertama, Anda perlu tentukan ukuran papan. Lalu, hitung berdasarkan rumus diatas. Hasilnya akan Anda ketahui berapa batang. Selamat mencoba!.
[Tips] Catatan penting pada saat perhitungan
Selain koefisien yang tertera dalam tabel analisa. Unsur penting lainnya yang tidak boleh keliru adalah volume pekerjaan. Supaya biaya pemasangan bowplank, pun perhitungan kebutuhan bahan jadi akurat.
Untuk memastikan koefisien biaya lakukan perbandingan antara AHSP yang dikeluarkan oleh kementerian PUPR, dengan Dinas Cipta Karya, atau Bina Marga. Karena pada hakikatnya koefisien tersebut adalah sama. Sekalipun lingkup pekerjaan berbeda.

