Proses perancangan dan perhitungan struktur beton

Cara Hitung Biaya dan Kebutuhan Bahan Pekerjaan Lantai Kerja

Semua pekerjaan bangunan tidak lepas dari perhitungan. Proses tersebut sudah terjadi sejak saat perencanaan dan perancangan bangunan. Oleh pemilik dan jasa arsitek yang dipercaya untuk membuat desain. Hingga pada saat pelaksanaan bangunan itu sendiri. Salah satunya adalah pekerjaan lantai kerja.

Proses perhitungan volume pekerjaan bangunan butuh kesabaran

Apa itu fungsi lantai kerja, dan bagaimana perhitungannya?. Disini teman-teman akan mendapat jawaban yang lengkap. Termasuk jenis-jenis pekerjaan, serta contoh perhitungan biaya dan kebutuhan bahan. Selamat menyimak.

Difinisi dan latar belakang

Lantai kerja, atau dalam bahasa Inggris disebut Lean Concrete adalah satu teknik perkerasan permukaan tanah, yang dilakukan dengan menggunakan cor beton mutu rendah, serta tanpa tulangan (rabat beton). Dan, dengan ketebalan antara 3-7 cm saja.

Penting kita garis bawahi kata permukaan tanah. Karena itu adalah kata kuncinya. Jadi, pekerjaan ini bukan dilaksanakan ditas batu, atau besi. Tapi, langsung diatas tanah. Tanah yang bagimana?. Jawabnya; untuk semua jenis tanah.

Sebab pertimbangan pelaksanaan pekerjaan lantai kerja bukan kondisi/mutu tanah. Tapi seberapa besar beban bangunan yang akan dipikul oleh pondasi. Lalu segera meneruskannya kedalam tanah. Agar bangunan tetap kokoh, dan stabil.

Ragam fungsi lantai kerja

Selain sebagai pengeras, kegunaan lantai kerja adalah untuk leveling bagian bawah pondasi, dan bangunan. Oleh sebab itu boleh disebut bahwa fungsi lantai kerja ada 2 macam. Yakni sebagai bagian dari pekerjaan struktur, dan bagian dari arsitektur.

1. Fungsi sebagai bagian dari struktur

Antara lain untuk pemasangan pondasi cakar ayam, dan sloof. Sebelum kedua struktur bangunan ini Anda buat. Anda harus lebih dulu melakukan pekerjaan lantai kerja.

Contoh lantai kerja pondasi cakar ayam seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Umumnya dibuat lebih lebar dari permukaan pondasi. Atau, sama persis dengan galian tanah. Dengan maksud agar pemasangan pondasi lebih leluasa.

menghitung volume pondasi cakar ayam ukuran 60x60 cm

Misalnya ukuran cakar ayam adalan 60×60 cm. Berarti galian tanah untuk pemasangan pondasi minimal 75×75 cm. Itu berarti lantai kerja yang Anda bikin juga ukuran 75×75.

Hal yang sama juga terjadi pada saat mengerjakan lantai kerja untuk balok sloof. Sebaiknya sama dengan lebar galian tanah. Bukan berdasarkan lebar sloof. Contoh ukuran sloof 30×50 cm. Berarti Anda harus membuat lantai kerja minimal se-lebar 35 cm.

Ukuran tersebut juga lah yang Anda jadikan sebagai acuan untuk gali tanah. Sebelum memasang lantai kerja, dan sloof. Dengan demikian biaya pekerjaan lantai kerja jadi efisien, pula proses galian tanah tidak lama.

2. Fungsi sebagai bagian dari pekerjaan arsitektur

Lantai kerja juga selalu diterapkan pada saat pemasangan lantai keramik bangunan. Kegiatan ini bermaksud untuk menambah daya tahan keramik terhadap tekanan/beban yang ada diatasnya. Serta, untuk memudahkan pemasangan keramik. Agar benar-benar datar, dan lurus.

Bedanya dengan fungsi struktural, disini lantai kerja dibuat lebih tipis. Yakni 3-5 cm saja. Sementara pada saat pemasangan pondasi dan sloof. Tebal standar lantai kerja adalah 5 cm. Namun demikian tidak jarang yang membuat sampai 7 cm, atau lebih.

Perbedaan tersebut tejadi karena pertimbangan fungsi. Sebagai bagian dari struktur, lantai kerja harus Anda kerjakan ekstra hati-hati. Supaya benar-benar sesuai spek, dan kuat. Karena secara tidak langsung, lantai kerja juga turut memikul beban vertikal bangunan.

Sedangkan untuk fungsi pekerjaan arsitektural. Lantai kerja hanya menerima beban yang terpasang diatasnya langsung. Dalam hal ini lantai keramik. Oleh sebab itu umumnya dibuat lebih tipis.

Perhitungan biaya dan kebutuhan bahan lantai kerja

Cara untuk mengetahui biaya pekerjaan lantai kerja sangat mudah. Standar perhitungan biaya telah dibuat oleh pemerintah yang bernama AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan). Contoh AHSP terlihat pada gambar dibawah ini.

Contoh AHSP lantai kerja saat ini

Mengacu pada tabel AHSP. Misal, Anda akan membuat lantai kerja K100. Untuk dasar pondasi cakar ayam. Ukuran: 5 x 80 x 80 cm. Sebanyak 40 buah. Sehingga volume pekerjaan diketahui adalah sebanyak 1,28 m³.

Didalam AHSP koefisien upah adalah sebagai berikut: 1,2 untuk Pekerjan. 0,20 untuk tukang batu, 0,02 bagi Kepala tukang, dan 0,06 bagi Mandor. Maka, anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut adalah sebagai berikut:

1. BIAYA UPAH

Pekerja = 1,2 x Rp 130.000 = Rp 156.000,-
Tukang batu = 0,20 x Rp 150.000 = Rp 30.000,-
Kepala tukang = 0,02 x Rp 175.000 = Rp 3.500,-
Mandor = 0,06 x Rp 200.000 = Rp 1.200,-

Jumlah upah = Rp 190.700,-

2. BIAYA BAHAN

Semen = 230,0 kg x Rp 1.700 = Rp 391.000,-
Pasir Muntilan = 0,525 m³ x Rp 220.000 = Rp 115.500,-
Kerikil (batu pecah) = 1.027,0 kg x Rp 250 = Rp 256.750,-
Air = 200 Liter x Rp 200 = Rp 40.000,-

Jumlah = Rp 803.250,-

3. OVER HEAD & PROFIT

Adalah 10% dari Biaya Upah dan Bahan.
= (190.700 + 803.250) + 10%
= 993.950 + (10% x 993.950) = Rp 1.093.345,-

Jadi total biaya pekerjaan lantai kerja adalah:
= 1.093.345 x 1,28 m³
= Rp 1.399.481,6
Atau, bulatkan menjadi Rp 1.400.000,- (Belum termasuk PPn).

Catatan: Upah Tenaga Kerja, dan Harga Satuan Material dalam perhitungan ini adalah berlaku di Kota Semarang sekitarnya. Per tanggal, 16 Mei 2023. Oleh sebab itu, harga-harga tersebut harus Anda sesuaikan dengan daerah Anda. Untuk mendapatkan anggaran biaya yang akurat, dan kompetitif.

Contoh perhitungan kebutuhan bahan

Masih dengan contoh kasus diatas. Kebutuhan bahan Anda hitung dengan cara berikut:

1. Material semen

= 230 kg x 1,28 m³
= 294,4 kg
Sama dengan 5,89 zak (@50 kg/zak).

2. Pasir

= 0,525 m³ x 1,28 m³
= 0,672 m³

3. Batu pecah

= 1.027 kg x 1,28 m³
= 1.314,56 kg

Bila di konversi menjadi satuan kubik. Maka kebutuhan batu pecah adalah:
= 1.314,56 : 1.800 kg/m³
= 0,73 m³

Tips menghitung biaya/bahan pekerjaan lantai kerja

Agar perhitungan biaya akurat. Selain update biaya upah, dan bahan. Sebelum menghitung biaya, pastikan dulu data-data berikut telah ada (lengkap):
– Ukuran tebal, panjang dan lebar lantai kerja
– Jumlah unit/titik lantai kerja. Kalau lebih dari 1.
– Kelas mutu beton
– Lokasi bangunan.

Kemudian pada saat proses penghitungan jangan buru-buru. Tapi, lakukan pengecekan ulang pada setiap angka yang Anda masukan dalam tabel AHSP. Serta, memastikan bahwa rumus yang Anda gunakan telah benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Aplikator Material Baja & Perhitungan Struktur Bangunan? Ayo Chat dengan kami!