Ragam kode alfabet yang berhubungan dengan perhitungan struktur bangunan, dan jurusan teknik sipil

Contoh AHSP Direksi Keet Terbaru dan Paling Lengkap

Bacaan ini bagus untuk para pelaku jasa konstruksi, maupun mahasiswa jurusan Arsitektur dan Teknik Sipil. Bermaksud untuk melatih Anda menghitung biaya pembuatan direksi keet di proyek. Sesuai dengan standarisasi yang dikeluarkan oleh kementerian PUPR Republik Indonesia, dan/atau pemerintah kabupaten/kota.

Tabel AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) yang resmi

AHSP Direksi Keet adalah suatu modul perhitungan biaya yang dibutuhkan untuk membuat suatu “kantor sementara” bagi kontraktor di proyek. Sesuai dengan speksifikasi bahan tertentu. Sebagaimana disebutkan dalam rincian tabel AHSP.

Tabel AHSP yang dimaksud adalah seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Terbagi menjadi 4 bagian, yaitu: 1]. Bahan, 2]. Tenaga kerja, 3]. Peralatan, serta 4]. Overhead / profit.

Tabel AHSP bangunan direksi keet standar yang dikeluarkan oleh pemerintah

Penjelasan umum tentan biaya peralatan

Di dalam tabel analisa biaya peralatan sengaja dikosongkan. Karena biaya pengadaan alat umumnya telah akumulasi dalam koefisien material. Namum, jika dianggap perlu. Anda boleh menambahkan pos tersebut antara 10-15% dari biaya material.

Akan tetapi, jangan lupa!. Upaya menambah biaya pada kolom tersebut, akan membuat Harga Satuan Pekerjaan (HSP) direksi keet Anda makin tinggi. Persoalan selanjutnya, hal tersebut akan membuat penawaran Anda akan lebih mahal dibanding kompetitor. Konsekuensinya sangat panjang bukan?.

Maka dari itu, saran saya AHSP ini Anda isi sesuai aslinya. Alias tidak perlu menambah item-item yang lain. Barkan saja biaya peralatan nihil. Agar agar harga satuan yang Anda bikin mampu bersaing.

Ketentuan tentang unsur-unsur dalam AHSP

Hal ini berlalu pada semua tabel AHSP proyek bangunan gedung, bangunan air, maupun konstruksi alan dan jembatan. Terdapat 3 unsur yang baku dalam AHSP yaitu:
1. Kode tenga kerja dan material
2. Satuan,
3. Koefisien

Baku disini artinya berlaku umum untuk semua warga Indonesia. Oleh sebab tidak boleh Anda rubah. Sebab akan mempengaruhi proses input data. Sebagaimana kami jelaskan sebelumnya. Tentang cara menyusun RAB Bangunan dalam Excel.

Cara melakukan AHSP yang benar

Pertama, Anda harus membuat daftar upah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pekerjaan direksi keet. Ada 5 kategori yaitu: Pekerja, Tukang kayu, Tukang batu, Kepala tukang, dab Mandor.

Nah, daftar upah tersebut lah yang Anda masukkan dengan cara menautkan (hyperlink) ke dalam tabel AHSP. Tepatnya kolom nomor 6 (Harga Satuan). Sesuai dengan kategori tenaga kerja. Dengan demikian, otomasi biaya upah (Kolom Jumlah Harga) akan terisi.

Kemudian lakukan langkah-langkah yang sama pada item Bahan. Anda harus lebih dulu mencari harga satuan (pembelian) masing-masing material yang tertera dalam tabel. Serta, menyusun dalam 1 daftar khusus.

Selanjutnya, harga-harga material tersebut tautkan kedalam tabel AHSP. Maka, biaya pengadaan material bisa Anda lihat pada kolom nomor 6.

Contoh perhitungan biaya direksi keet ukuran 3×6 meter

Berikut ini contoh AHSP direksi keet terbaru yang kami buat untuk pembangunan sebuah gudang di Jawa Barat. Biaya pembangunan per meter persegi adalah sebesar Rp 1.906.497,-. Biaya tersebut sudah termasuk over head dan profit. Yaitu 10% dari biaya bahan dan upah.

Contoh AHSP direksi keet terbaru dan terlengkap

Nah, ukuran bangunan yang akan dikerjakan adalah 3×6 meter. Dengan demikian, jumlah biaya yang dibutuhkan adalah:
= 18,0 x Rp 1.906.497,-.
= Rp 34.316.946,-
Tambah pajak (PPn 11%), berarti menjadi Rp 38.091.810,06. Jika dibulatkan menjadi Rp 38.091.000,-.

Cara melakukan efisiensi biaya pembangunan

Walaupun pemerintah membuat satu standarisasi harga pekerjaan direksi keet. Namun, sebenarnya pihak owner (pemilik proyek) tidak memaksa kontraktor agar 100% menerapkan standarisasi tersebut.

Mengingat bangunan ini sifatnya sementara. Dan, ketika proyek telah selesai harus segera dibongkar. Maka, pihak kontraktor diberi kebebasan untuk memilih bahan. Misalnya pakai material besi, atau baja ringan. Asalkan kualitas bangunan setara dengan standar yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tentu hal tersebut di izinkan oleh pemilik proyek.

Lebih efektif lagi, kalau bangunan direksi keet bisa bongkar pasang. Dan, di gunakan secara berulang. Dengan cara ini otomatis biaya pelaksanaan pekerjaan jauh lebih hemat. Tidak mubazir. Karena harus menganggarkan sejumlah dana setiap proyek. Untuk membuat bangunan yang sama. Toh, akhirnya di bongkar dan jadi barang bekas.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Aplikator Material Baja & Perhitungan Struktur Bangunan? Ayo Chat dengan kami!