Ragam Pekerjaan Konstruksi Sumber Daya Air (SDA) Dan Kendala Pelaksanaan

Sesuai namanya konstruksi sumber daya air, atau sering disingkat dengan SDA adalah sejumlah pekerjaan konstruksi bangunan yang berkaitan dengan air/perairan, dilaksanakan secara bersama-sama dalam satu paket pekerjaan, atau hanya beberapa jenis sesuai dengan dokumen kontrak kerja.

Tujuan pelaksanaan konstruksi ini pada umumnya adalah untuk peningkatan pengelolaan sekaligus pengendalian sumber daya air. Untuk itu diperlukan spesifikasi teknis pekerjaan yang jelas, metode pelaksanaan pekerjaan yang benar, data tentang kondisi lokasi kerja yang akurat, serta aspek-aspek lain yang berkaitan dengan proses konstruksi seperti K3 dan Amdal (Analisa Dampak Lingkungan) yang harus dicapai.

Ragam jenis pekerjaan konstruksi sumber daya air

Secara umum proyek konstruksi bangunan SDA terbagi menjadi 2 macam. Yakni yang bersifat umum dan spesifik. Disebut bersifat umum karena pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan mirip dengan konstruksi bangunan gedung dan permukiman, atau konstruksi jalan dan jembatan.

A. Pekerjaan konstruksi SDA umum

Antara lain pekerjaan:

  1. Tanah
  2. Pasangan
  3. Beton
  4. Pancang
  5. Dewatering
  6. Pintu Air dan Peralatan Hidromekanik

Dewatering artinya proses pengeringan permukaan tanah galian supaya tidak mengganggu proses konstruksi yang akan dilaksanakan pada tempat tersebut. Pekerjaan ini sering ditemukan pada saat membuat tanggul penahan tanah pada bibir pantai, atau sungai besar.

Sedangkan pekerjaan pintu air maksudnya pemasangan konstruksi pintu besi dengan ukuran tertentu pada sebuah saluran air (irigasi) atau bendungan, lengkap dengan sistem operasi pintu yang disebut Hidromekanik.

B. Pekerjaan konstruksi sumber daya air spesialis

Terdiri dari 8 kategori besar. Masing-masing terbagi lagi menjadi beberapa jenis pekerjaan antara lain:

1. Pekerjaan bendung

  • Bendung Tetap
  • Bendung Gerak
  • Bangunan Penangkap Sedimen

2. Jaringan Irigasi

  • Saluran Primer dan Sekunder
  • Bangunan Pengukur dan Pengatur
  • Bangunan Pelengkap (Talang, Syphon, Got miring, dan lain-lain.)

3. Pengaman Sungai

  • Perkuatan Tebing Sungai
  • Krib
  • Tanggul sungai
  • Bottom Controller
  • Check Dam

4. Bendungan dan Embung

  • Bendungan Urugan Tanah/batu
  • Bendung CFRD
  • Bendungan Beton
  • Pelimpah
  • Intake
  • Pengelak
  • Terowongan
  • Instrumentasi
  • Embung

5. Pengaman Pantai

  • Tembok Laut
  • Revetmen
  • Krib Laut
  • Tanggul Laut
  • Pemecah Gelombang

6. Pengendali Muara Sungai

• Jeti
• Pengerukan

7. Infrastruktur Rawa

• Saluran/Anjir
• Pelengkap (Intake, Revetmen, dan lain-lain.)

8. Infrastruktur Air Tanah dan Air Baku

• Sumur Air Tanah Dalam
• Pipa Transmisi/Distribusi Air Baku

Kendala Pelaksanaan konstruksi sumber daya air

Mengingat konstruksi SDA berhubungan erat dengan air, maka pelaksanaan pembangunan tidak bisa disamakan dengan konstruksi bangunan gedung pada umumnya. Kendala yang sering dihadapi saat pekerjaan konstruksi SDA adalah:

a. Akses ke lokasi pekerjaan sulit

Lokasi proyek bangunan SDA umumnya di jangkau dapat dengan alat transportasi perahu, kapal atau sejenis. Pun jikalau menggunakan transportasi darat, dipastikan tidak bisa menjangkau seluruh jenis pekerjaan konstruksi sumber daya air. Dengan kata lain hanya beberapa kategori pekerjaan saja. Misal jaringan irigasi dan pengaman sungai.

Akibat mobilisasi yang sulit tersebut maka proses pengiriman alat, material maupun tenaga kerja tidak berjalan lancar. Dan efek domino daripada itu adalah tingginya biaya pekerjaan serta proses pengerjaan menjadi lama.

Satu lagi dampak dari kondisi lokasi pekerjaan yang sulit. Sulit dalam hal ini berarti berada ditepi sungai, lembah, pedalaman, atau bahkan di tengah laut dan pulau-pulau kecil. Adalah terhadap kenyamanan dan keamanan para pekerja.

Jika pekerja menyediakan barak untuk penginapan di lokasi kerja, berarti suplay bahan makanan juga akan mengalami kendala pada perjalanan/pengiriman. Akan tetapi jikalau melaksanakan pekerjaan secara laju, dipastikan tidak efektif.

b. Waktu pelaksanaan pekerjaan sulit diprediksi

Penyebab jangka waktu pelaksanaan konstruksi sumber daya air sulit diprediksi. Selain kendala pada transportasi adalah:

  1. Kondisi cuaca yang ekstrim,
  2. Permukaan air sungai berubah (banjir) tiba-tiba,
  3. Pasang surut laut
  4. Serangan nyamuk malaria dan hewan buas

Jadi keseluruhan adalah faktor alam. Sehingga satu-satunya cara adalah melakukan penyesuaian pada kondisi-kondisi tersebut. Diantaranya menyiapkan segala perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan demi kelancaran pekerjaan.

Penyesuaian terhadap kondisi cuaca misalnya menyiapkan jas hujan bagi setiap pekerja. Atau menyediakan pakaian khusus agar terlindung dari suhu dingin. Dan dibarengi dengan suplai multivitamin untuk menambah daya tahan tubuh.

Antisipasi korban banjir misalnya dapat dilakukan dengan memasang alat deteksi kenaikan debit air pada hulu sungai. Serta melakukan pelatihan tindakan penyelamatan diri pada setiap pekerja.

Demikian pula pada kendala pasang surut, serta serangan nyamuk malaria dan hewan buas. Diperlukan antisipasi sejak awal, sebagai bagian dari metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi sumber daya air.

c. Bahan yang berkualitas sangat sulit diperoleh

Material dan bahan bangunan yang berkualitas bagus sebagian besar didatangkan dari kota. Kecuali material alam seperti kayu, batu, pasir dan kerikil. Kemungkinan bisa diperoleh disekitar proyek bangunan.

Kaitannya dengan suplay material sudah disinggung diatas. Material yang dari kota pasti membutuhkan waktu yang lama supaya tiba di lokasi proyek. Dan tidak menutup kemungkinan harus menggunakan berbagai macam alat transportasi. Alias estapet. Oleh sebab itu biaya bahan pasti tinggi.

Akibat langsung 3 kendala diatas terhadap AHSP (Analisa Harga Satuan Pekerjaan) Anda tahu?. Silahkan perhatikan pada koefisien-koefisien biaya bahan, upah dan alat kerja. Sebagian besar jauh lebih tinggi dibanding dengan proyek bangunan gedung dan permukiman.

Selanjutnya, sangat sulit menemukan tenaga kerja yang terampil untuk mengerjakan konstruksi sumber daya air. Mengingat resiko yang dihadapi sangat besar. Sisi lain pekerjaan yang minim resiko juga ada. Yaitu konstruksi bangunan gedung/permukiman, dan konstruksi jalan/jembatan.

Butuh bantuan untuk Aplikator Material Baja & Perhitungan Struktur Bangunan? Ayo Chat dengan kami!