contoh pemakaian material alam, jenis kayu sebagai bahan interior bangunan

Ragam Jenis Material Alam Dan Kegunaan Pada Bangunan Tepat Begini [Part 2 of 4]

Terlepas darinprofesi teman-teman saat ini. Tujuan mengetahui ragam jenis material alam umumnya ada 2. Yaitu untuk jual beli bahan, dan/atau memanfaatkan material secara langsung sebagai bahan bangunan. Paling mengena kepada seluruh lapisan masyatakat adalah yang kedua. Betul kan?.

Contoh pemakaian material alam jenis kayu pada interior bangunan

Sebagaimana telah kami bahas dalam artikel bagian 1. Yakni tentang ciri khas dan kelebihan material alam. Kali ini adalah mengenai jenis-jenis dan kegunaan material pada bangunan. Terbagi menjadi 2 kategori, yaitu kelompok material alam murni. Dan, kelompok material alam hasil produksi.

Ragam jenis material alam murni

Murni disini maksunya tanpa proses panjang. Seketika itu juga material alam bisa Anda gunakan langsung sebagai bahan bangunan. Urut sesuai abjad, jenis-jenisnya antara lain:

1. Air bersih

Kegunaan utama adalah untuk membuat agregat. Serta pekerjaan-pekerjaan batu lainnya. Misalnya untuk merendam batu bata, menyiram cor beton bertulang, membersihkan lantai kerja, dan lain sebagainya.

Kriteria air untuk bahan bangunan yang bagus adalah tidak bercampur dengan lumpur, serta bahan, bahan kimia. Seperti pelumas, bahan bakar, minyak cat dan lain-lain. Sesuai asal-usul bahan cair ini, semestinya memang benar-benar alami, dan murni. Supaya kualitas bangunan bagus.

2. Batu kali

Adalah murni berasal dari kali (sungai), dan memiliki ciri khas bulat atau lonjong. Sehingga material benar-benar masih dalam keadaan utuh. Demikian langsung digunakan sebagai bahan bangunan. Itulah keunggulan pertama dari ragam jenis material.alam.

Material ini terkenal sangat keras. Sehingga cocok digunakan untuk struktur pondasi bangunan tingkat, pondasi konstruksi jembatan, serta Dinding Penahan Tanah (DPT).

Secara khusus untuk pembuatan pondasi. Selain jenis pondasi lajur, batu kali juga sering digunakan untuk membuat pondasi bor pile, atau pondasi sumuran. Selain sangat keras, material alam ini juga memiliki daya rekat tinggi. Sehingga mampu mengisi segala celah.

3. Batu belah dan kricak

Baru belah adalah material batu kali yang berukuran besar, kemudian dibelah menjadi beberapa bagian. Supaya ukuran batu pas sesuai dengan kebutuhan bahan bangunan.

Secara umum manfaat batu belah sama dengan batu kali. Hanya proses persiapan pemasangan batu yang berbeda. Batu kali langsung siap pasang. Karena ukuran material tersebut sudah ideal untuk baham bangunan. Sementara batu belah, harus Anda belah lebih dulu. Karena ukuran batu sangat besar.

Demikian juga kricak. Atau sering disebut batu split. Adalah batu kali yang dibelah mrnjadi ukuran yang sangat kecil. Yakni garis tengah 3,0 sampai 5,0 cm. Dan digunakan khusus untuk bahan cor beton.

4. Bambu

Bambu termasuk ragam jenis material alam murni, murah, serta memiliki persediaannya banyak. Hal itu disebabkan olej pertumbuhan pohon bambu juga sangat cepat. Sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan proyek bangunan Indonesia. Bahkan untuk keperluan lain. Seperti bahan perabot, pertanian, dan sebagainya.

Lingkup pekerjaan proyek bangunan. Manfaat bambu ada 2, yakni sebagai bahan utama. Misalnya untuk membuat pagar, pancang bambu dan konstruksi gazebo. Atau, sebagai material bantu (pelengkap pekerjaan) proyek. Contoh bahan perancah, bedeng kerja dan sebagainya.

5. Glugu

Adalah sebutan untuk batang kelapa yang masih dalam keadaan utuh (gelondong), maupun sudah berbentuk balok. Tergolong ragam material alam murni, karena siap pakai dan bisa Anda temui di seluruh wilayah Nusanta.

Glugu di proyek sering digunakan untuk memhuat jembatan sementara. Yakni akses masuk dan keluar area proyek. Hal ini umum terjadi pada saat proyek baru mulai. Namun, setelah jembatan beton bertulang selesai. Maka glugu akan dibongkar.

Sementara, kayu glugu (balok) paling.cocok digunakan sebagai usuk, maupun reng. Praktik ini sering ditemui di desa. Sebagai pengganti bambu belah.

Namun, akhir-akhir ini peminat kayu glugu mulai berkurang. Seiring dengan kehadiran material baja ringan. Karena material modern ini dianggap lebih kuat, murah, dan praktis. Padahal kalau mau jujur, belum ada kajian yang menyatakan baja ringan lebih bagus dari glugu.

6. Kayu gelondong

Sangat banyak ragam jenis material alam kayu. Namun yang siap pakai adalah kayu gelondongan. Kayu gelondongan, atau gelondong beda dengan kayu log. Kayu log memiliki ukuran garis tengah yang besar, dan sangat panjang.

Sementara, spesifikasi kayu gelondong yang sering digunakan untuk bangunan adalah:

  1. Bentuk penampang =;bulat, persegi, belimbing/lancip
  2. Ukuran diameter = 10,0 sampai 15,0 cm
    3 Panjang batang = 3 – 4 meter
  3. Kondisi batang = relatif lurus, kering, dan kulit kayu masih menempel.

Kegunaan pada proyek bangunan adalah untuk pengganti perancah scafolding. Kemudian, material bantu untuk membuat bekisting. Tepatnya sebgai skur/pengaku. Agar bekisting tidak goyang, atau sempal.

7. Kerikil

Kerikil adalah ukuran mini dari batu kali, yang sering digunakan untuk pekerjaan taman, dan lanskap. Pula, akhir-akhir ini kerikil dipakai jadi bahan pagar. Apakah Anda pernah melihat pagar yang terbuat dari baru kerilkil?. Seperti gambar laman ini.

Lain lagi dengan pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan. Batu kerikil digunakan sebagai jalur pejalan kaki. Selain itu, sering pula djadikan variasi pada pondasi. Supaya kelihatan bagus, dan menarik.

8. Pasir

Pasir termasuk ragam jenis material alam yang paling banyak dibutuhkan pada proyek bangunan. Sebab semua pekerjaan pasangan, dan pekerjaan beton bertulang menggunakan pasir.

Maka dari itu boleh disebut, tanpa material pasir bangunan tidak bakal berdiri kokoh. Setuju kan?. Coba perhatikan adalah bangunan yang tidak menggunakan pasir?. Jawabnya. Memang ada. Yaitu rumah panggung. Tapi, saya tanya kembali. Apakah rumah panggung sangat kokoh?. Jawabnya, tidak.

Demikian teman-teman tentang gambaran eksistensi material pasir pada bangunan. Tidak bisa dipungkiri dari awal, hingga proyek bangunan selesai material pasir tetap dibutuhkan. Oleh sebab itu, tergolong material alam murni dan urgen.

9. Rumbia

Rumbia adalah sejenis bahan atap yang terbuat dari alang-alang. Banyak dipakai sebagai atap rumah Indonesia bagian Timur. Pula, sebagai bagian dari bangunan tradiaional setempat.

Rumbia terdaftar sebagai material alam murni, paling murah. Karena proses pembuatannya sangat sederhana. Hanya dengan mengikat beberapa ilalang, lalu menyatukan dengan rangka atap. Selesai. Bangunan tersebut tidak bakal bocor.

Ragam jenis material alam hasil produksi

Maksudnya adalah material yang tetap berasal dari alam, tetapi harus melalui bebera proses sehingga material tersebut layak digunakan sebagai bahan bangunan. Antara lain:

1. Batu bata

Atau sering disebut bata merah, adalah bahan untuk membuat dinding, pagar, dan sebagian kecil untuk membuat pondasi. Khusus untuk pondasi yang terbuat dari bata merah, sering disebut rolag.

Material asli baru merah adalah tanah liat. Bibentuk menyerupai balok, dengan ukuran 5x10x25 cm. Lalu dijemur, kemudian dibakar menggunakan sekam padi. Setelah itu material batu merah siap pakai untuk bahan bangunan.

Semua proses tersebut adalah manual. Namun cukup panjang, dan memakan waktu yang lama. Sehingga tidak tergolong dalam material alam murni. Melainkan material yang harus melalui proses produksi. Demikian juga ragam jenis material alam yang akan dibahas berikut ini.

2. Batu tempel

Proses paling berat untuk membuat material ini adalah ketika mengambil dari pengunungan. Jadi, boleh disebut batubtempel adalah berasal dari alam liar. Sehingga diperlukan kerja keras untuk mengeluarkan, dan membawa material ini dari asalnya.

Material batu tempel yang terpasang pada dinding bagian dalam bangunan

Jenis batu tempel yang bagus adalah andesit. Material ini memiliki pori-pori yang bagus, dan tekstur yang cantik. Sehingga tampilan baru tempel dari kedua sisi sangat menarik. Terlebih setelah dibentuk dengan pola persegi panjang, dan segi enam.

Pula, batu tempel memiliki daya rekat sangat kuat. Sehingga cocok Anda pasang pada segala jenis dinding. Baik yang terbuat dari batu bata, bata ringan batako, maupun pasangan batu belah.

3. Tali ijuk

Tali ijuk sering digunakan bersamaan dengan material bambu. Yakni pada saat membuat gazebo. Sehingga pure semua gazebo terbuat dari ragam jenis material alam. Misalnya atap terbuat dari rumbia, lalu lantai dan tiang gazebo pakai kayu, atau glugu. Sangat sempurna.

Kegunaan lain dari material yang berasal dari pohon enau (aren) ini. Juga sering digunakan sebagai pengganti paku oleh suku-suku pedalaman di Indonesia. Ketika membuat hunian. Sampai saat ini praktek tersebut masih berlaku. Karena bahan tersebur tersebut dianggap alat pengikat yang paling praktis.

4. Papan

Papan sebenarnya termasuk material alam murni. Tapi, karena proses pembuatan cukup lama. Sama dengan material batu bata. Dan, membutuhkan tenaga kerja yang lumanyan banyak. Maka, papan termasuk dalam ketegori ini.

Disini saya tidak perlu bahas kegunaan. Karena teman-teman pasti sudah mengenal papan, serta paham apa manfaatnya pada bangunan. Jadi, lanjut saja pada ragam jenis material alam yang lain kan?.

5. Genteng kodok

Atau dalam bahasa Jawa disebut genteng plentong. Adalah bahan penutup atap yang terbuat dari tanah liat. Jadi, sama persis dengan bahan untuk membuat bata merah.

Begitu juga proses pembuatan kedua material, sangat mirip. Yakni membentuk, menjemur, lalu memanaskan dengan api. Agar material menjadi keras, dan tidak bocor.

6. Sirap

Adalah lempengan kayu tipis, dengan ukuran sekitar 20×25 cm. Dan, digunakan untuk bahan atap. Material sirap digunakan sudah sejak zaman Kolonial. Bahkan beberapa bangunan kuno saat ini masih ada yang bertahan, dan menggunakan atap sirap.

Adapaun jenis kayu yang pantas dihadikan sirap adalah kayu ulin. Selain terkenal keras. Kayu ini tahan terhadap segala cuaca. Bahkan terhadap serangga, dan pembusukan mencapai ratusan tahun.

Maka dari itu, kelebihan material ini adalah sangat ringan, tahan air, serta tidak berisik ketika hujan. Oleh sebab itu, biaya pemasangan rangka atap jadi hemat, ketika Anda menggunakan atap sirap.

Demikian penjelasan mengenai ragam jenis material alam. Seluruhnya berjumlah 15 macam. Semoga bermanfaat.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Aplikator Material Baja & Perhitungan Struktur Bangunan? Ayo Chat dengan kami!