Cara membedakan tanah urug dengan urugan tanah adalah dari proses pelaksanaan pekerjaan

Sebenarnya Beda Tanah Urug dan Urugan Tanah Begini

Suatu hal yang sering membuat orang awam bertanya-tanya, adalah adanya pemakaian istilah yang mirip. Contohnya tanah urug, dan urugan tanah. Sama-sama termasuk pekerjaan tanah. Namun, maknanya jaunh berbeda. Pun, hal yang sama banyak terdapat pada pekerjaan konstruksi yang lain.

Cara membedakan tanah urug dengan urugan tanah adalah dari proses pelaksanaan pekerjaan

Namun, kali ini fokus kita pada tanah urug dulu. Membedakannya dengan urugan tanah, serta unsur-unsur lain yang berkiatan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Perbedaan

Tanah urug, atau sering disebut tanah timbun. Adalah satu jenis tanah yang berfungsi sebagai tambahan pada suatu permukaan tanah yang berlubang, cekung, atau longsor. Pun, berguna untuk melakukan peninggian permukaan tanah. Sebagaimana sering dilakukan pada suatu proyek bangunan.

Pula, sering ditujukan untuk menggambarkan suatu kondisi, dan kontur tanah, yang mana sebenarnya bukan merupakan tanah asli. Melainkan tanah timbun. Dengan kata lain, ditinjau dari jenis kata. Tanah urug maknanya ada 2, yaitu: 1]. Sebagai kata benda, yaitu unsur tanah. Dan, 2]. Sebagai kata keterangan.

Sementara itu, urugan tanah merupakan kata kerja. Difinisinya adalah suatu kegiatan yang berlangsung untuk mengisi sejumlah tanah, pada suatu tempat yang lebih rendah dibanding sekitarnya.

Kegiatan ini umumnya dibarengi dengan memadatkan tanah dengan menggunakan alat khusus. Seperti alat berat roller, atau stamper. Untuk jenis alat manual. Dengan demikian lapisan tanah benar-benar padat, dan permukaan tanah jadi rata.

Sampai disini sudah jelas kan, perbedaan tanah urug dengan urugan tanah?. Selanjutnya, mari kami ajak Anda mengembangkan wawasan lebih dalam lagi mengenai topik ini. Sebab, bicara perbedaan harus detail. Benar bukan?.

Tanah urug yang bagus apa?

Namanya adalah tanah padas. Tanah padas yang bagus diperoleh dari daerah pengunungan. Selain terkenal sangat padat. Lapisan lumpur yang terkandung didalam tanah padas sangat sedikit. Atau, bahkan boleh disebut telah hilang. Tergerus oleh air. Sehingga hanya terdiri dari material bebatuan. Sehingga bagus untuk bahan urug.

Maka dari itu, setiap proyek pasti menggunakan tanah urug ini. Hal tersebut umumnya dijadikan syarat utama. Sebelum pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Sekalipun, pada pelaksanaannya mungkin terdapat kendala. Misalnya, karena tanah padas tidak tersedia daerah tersebut. Maka, perlu mencari alternatif.

Syarat menguruk pakai bekas bongkaran bangunan

Alternatif urugan, selain tanah padas adalah tanah merah. Namun demikian, kalau 2 jenis tanah tersebut tidak ada. Bisa juga menggunakan bekas bongkaran bangunan. Khususnya material dinding yang terbuat dari batu bata.

Penggunaan dinding bekas sebagai bahan urugan, sering diterapkan bangunan rumah. Dan, hasilnya sangat bagus dibanding tanah padas, dan tanah merah. Namun, memerlukan teknis khusus.

Pertama-tama dinding bekas bongkaran harus Anda haluskan lebih dulu. Dilakukan dengan menggunakan palu besar, jack hammer, atau dengan alat stamper. Lalukan hingga material bekas dinding berukuran 3-4 cm.

Kemudian, lakukan pengurungan pada tempat-tempat yang di inginkan. Itu saja.

Apakah biaya yang dibutuhkan tidak lebih mahal, dibanding dengan tanah urug asli?. Tidak. Anda hanya keluar biaya upah tukang. Untuk memecah material bekas. Dan, hal itu bisa dilakukan pada lokasi urugan.

Sementara bila menggunakan tanah pada. Selain biaya mendatangkan tanah (ongkos krim). Yang mana pada umumnya di include-kan dengan pembelian tanah. Pun, Anda tetap mengeluarkan baya tambahan. Sewaktu tanah urug tersebut tiba. Yakni untuk menggelar/meratakan tanah.

Taksasi biaya pekerjaan urug

Berikut gambaran rincian biaya pengurukan, menggunakan tanah padas dan material bekas dinding.

a. Urugan tanah padas

Saat ini biaya peng-urugan menggunakan tanah padas adalah Rp 250.000,- sampai Rp 300.000,- per m3. Harga tersebut hanya pegadaan, dan biaya pengiriman. Pun, umumnya ditambah dengan ketentuan khusus. Yakni dengan jarak maksimal pengiriman (radius) 10 km. Alias, dalam kota.

Hal lain yang sering diluar dugaan, dan terkait dengan biaya pengadaan material urug, adalah mengenai retribusi. Dan, perizinan dump truk masuk ke lokasi proyek. Warga sering komplain, bahwa dengan adanya truk-truk tanah yang melewati permukiman. Maka, jalan akan cepat rusak. Selain iti, polisi udara.

Kemudian, meminta ganti rugi. Atau, sematjam biaya kompensasi dengan jumlah yang besar. Maka hal itu, otomatis menambah besarnya biaya pelaksanaan urugan tanah. Dan, menjadi beban pemilik bangunan.

b. Biaya urug pakai material dinding bekas

Sekaligus saran kepada Sobat Bajasatu.com, ide ini pantas Anda terapkan kala membangun rumah. Dan, membutukan tanah urug. Bilamana, tidak punya material bekas bongkaran. Bisa Anda dibeli di biro jasa. Kontak mereka saat ini mudah ditemukan di internet.

Membuktikan bahwa biaya urug pakai material bekas lebih murah. Perhatikan rincian biaya berikut ini. Taksiran biaya per m3 pekerjaan urug adalah:

  1. Upah tukang Rp 150.000,-
  2. Alat kerja Rp 15.000,-
  3. Meratakan tanah Rp 50.000,-

Total biaya adalah sebesar Rp 215.000,-

[Intisari] Pakai saja material urug murah yang berkualitas

Demikian perbedaan tanah urug dengan urugan tanah, beserta alternatif material yang sangat bagus. Sebagai pengganti material urug biasa digunakan. Ternyata jauh lebih murah. Hal tersebut terlihat dari rincian biaya terlampir.

Kalau ada yang lebih murah, dan berkualitas mengapa harus menggunakan metode lama?. Bukankan efisiensi biaya pekerjaan bangunan harusnya dimulai dari hari-hal kecil?. Sebab, akan lebih mudah dikendalikan. Baik dari segi teknik pelaksanaan, maupun kualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Aplikator Material Baja & Perhitungan Struktur Bangunan? Ayo Chat dengan kami!