Dasar pengetahuan dan pelaksanaan pekerjaan tanah adalah memahami ragam jenis pekerjaan

Pengetahuan Dasar Tentang Pekerjaan Tanah, Jenis-jenis dan Unsur Terkait

2 kata yang menjadi dasar pembahasan kali ini, pasti sudah familiar bagi kita semua. Yakni pekerjaan, dan tanah. Kala digabung, apakah Sobat BajaSatu tahu kaitannya dengan apa?. Benar. Jawabnya adalah untuk proyek konstruksi.

Dasar pengetahuan dan pelaksanaan pekerjaan tanah adalah memahami ragam jenis pekerjaan

Tapi, konstruksi bangunan apa?. Kan, tidak semua proyek bangunan diatas permukaan tanah. Bukankah sebagian ada yang ditengah perairan, atau tengah laut?. Seperti mercusuar.

Difinisi dan tujuan

Pekerjaan tanah artinya serangkaian kegiatan yang berlangsung di darat, untuk menyiapkan sebidang tanah, agar layak digunakan sebagai tempat mendirikan sebuah bangunan, serta fasilitas, sarana dan prasarana pendukung bangunan tersebut.

Pengelolaan permukaan tanah penting dilakukan, untuk memastikan bahwa tapak bangunan telah memenuhi kriteria sebagai lokasi pembangunan yang bagus. Berdasarkan tata letak, topografi, serta kekerasan.

Dengan demikian, selain agar bangunan dipastikan akan kokoh. Kelak tidak bakal terjadi longsor, banjir, retak, atau penurunan permukaan tanah. Pasca pelaksanaan pembangunan.

Jenis-jenis pekerjaan tanah pada proyek bangunan

Terbagi menjadi 6 macam, yaitu:

1. Pembersihan lahan

Yaitu kegiatan yang berlangsung hanya pada bagian atas permukaan tanah. Seperti membersihakn alang-alang, dan semak belukar. Mencabut/menebang pohon, serta menyingkirkan dari lahan. Sehingga permukaan tanah asli terlihat, dan bersih.

Pada umumnya pekerjaan ini bisa dilakukan oleh siapapun. Bahkan, tidak hanya untuk keperluan proyek konstruksi. Tapi, hampir setiap kegiatan yang berhubungan dengan tanah, sebagai media utama. Misalnya kegiatan bertani/berkebun.

2. Galian tanah

Yakni serangkaian aktivitas tukang untuk membuat lubang pada permukaan tanah dengan pola tertentu. Baik yang dilakukan secara manual. Antara lain menggunakan pacul, sekop, gancu dan sebagainya. Maupun dengan menggunakan alat berat.

Tujuan menggali tanah

Antara lain untuk pemasangan pondasi bangunan, drainase, instalasi air bersih, tandon bawah tanah (GWT/Ground Water Tank), saptik tank, dan masih banyak lagi. Adalah tergantung jenis bangunan yang Anda bangun.

Mengapa disebut tergantung jenis bangunan?. Karena kadangkala sebuah proyek dominan dengan pekerjaan tanah. Misalnya pada saat membuat waduk. Boleh dikata volume galian tanah yang paling banyak diantara segala jenis proyek bangunan.

Syarat melaksanakan penggalian

Harus berdasarkan gambar detail. Yang menjelaskan tentang panjang, lebar serta kedalaman galian. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan berlangsung dibawah “komando” seorang pengawas bangunan yang pengalaman bidang pekerjaan tanah.

Dalam hal proses galian tanah, aspek lain yang harus diperhatikan adalah tempat pembuangan tanah. Apakah harus keluar, atau tetap dalam lahan?. Disinilah salah satu peran penting sang pengawas. Supaya keberadaan tanah bekas galian tidak mengganggu aktivitas lain.

Atau, tidak menutup kemungkinan tanah galian akan digunakan untuk keperluan lain. Maka, jauh-jauh hari sebelum galian tanah mulai. Tempat untuk menimbun tanah sudah disiapkan. Berikut dengan alat-alat kerja yang diperlukan.

3. Timbun dan pemadatan tanah

Timbun, atau sering disebut urug adalah satu kegiatan menambah sejumlah tanah, yang didatangkan dari luar, dengan tujuan untuk menutup permukaan tanah yang asli, supaya menjadi datar, dan padat. Maka dari itu, disebut pekerjaan timbun dan pemadatan.
Beda dengan proses gali tanah. Yanga mana bisa dilakukan dengan cara manual. Pekerjaan tanah ini harus pakai alat berat. Bahkan beberapa armada truk. Oleh sebab itu pula, biaya yang dibutuhkan juga jauh lebih besar. Antara lain:

  1. Beli tanah,
  2. Ongkos kirim / sewa truk
  3. Biaya sewa dan operasional alat berat
  4. Upah surveyor.

Mengapa harus melibatkan surveyor?. Alasannya adalah untuk:

  • Menentukan elevasi muka tanah
  • Memudahkan proses penghitungan volume tanah timbun.
  • Memastikan tata guna lahan sinkron dengan rencana pembangunan.

4. Pembuangan lapisan atas tanah (Stripping)

Atau sering disebut perbaikan permukaan tanah. Adalah aktivitas mengikis, dan mengeluarkan lapisan tanah paling atas (top soil), yang mana lapisan tersebut dianggap tidak layak, jika digunakan sebagai dasar bangunan. Karena terlalu lembek.

Adapun ketentuan tebal tanah yang harus di kupas, umumnya ditentukan berdasarkan hasil sondir, dan jenis bangunan. Perpaduan 2 jenis perhitungan analisis ini harus dilakukan. Tepatnya, sebelum pelaksanaan stripping tanah.

5. Pasang dinding Penahan Tanah (DPT)

DPT termasuk pekerjaan tanah karena tujuan pembuatan dinding adalah untuk menahan tanah. Agar tidak longsor/tergerus.

Jadi, kami kurang sependapat kalau pekerjaan ini tergolong pekerjaan pondasi, atau beton. Karena kami memandang bukan berdasarkan proses pelaksanaan, dan jenis konstruksi. Tapi, fungsi. Jadi pada kesempatan ini orientasi pada unsur tanah saja, iya. Hehe,

Sekalipun jenis tanah keras, kalau berada pada tebing, lama kelamaan akan tergerus dan longsor. Oleh karena hujan. Atau, adanya aktivitas diatas lahan.

Maka dari itu, terlebih bila lahan tersbut adalah untuk proyek bangunan, pemasangan DPT harus Anda lakukan bersamaan dengan permbersihan tanah. Setelah jadi. Disusul dengan stripping, kemudian timbun. Dan terakhir pemadatan tanah.

6. Perlindungan terhadap air

Artinya menjaga agar permukaan tanah tidak tergenang oleh hujan. Karena untuk jangka panjang, kondisi tanah yang tergenang mengakibatkan tanah menjadi lembek. Dan, tidak bagus untuk dasar bangunan.

Perlindungan terhadap air bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
1. Membuat permukaan tanah sedikit miring. Supaya saat hujan, air mengalir ke saluran yang telah tersedia.
2. Menanam tanaman yang bisa menyerap air. Seperti rerumputan.

[Penutup] Unsur-unsur lain terkait dengan tanah

Berdasarkan penjelasan di atas, simpulan yang utama. Ternyata melakukan pekerjaan tanah untuk keperluan konstruksi bangunan, berkaitan dengan unsur-unsur lain. Seperti jenis, dan beban bangunan, alat berat, kondisi kontur tanah, struktur pondasi, hingga cuaca dan tanaman. Sebagai antisipasi agar tanah tidak tergenang.

Hal itu semua, adalah sebagai bukti bahwa lingkup pekerjaan tanah sangat luas. Dan, boleh disebut lintas ilmu. Karena berkaitan dengan iklim, dan taman. Sementara kita ketahui, 2 ilmu pengetahuan ini sangat jauh berbeda. Namun, pada saat melaksanakan pekerjaan tanah harus dipadukan. Luar biasa.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Butuh bantuan untuk Aplikator Material Baja & Perhitungan Struktur Bangunan? Ayo Chat dengan kami!